by

Perbatasan Entikong, Bea dan Cukai Sita Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

-Hukum-175 views

SANGGAU – 463.740 batang rokok illegal berhasil diamankan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Entikong selama operasi gempur, 24-28 Juni 2019.

Operasi itu, bea cukai melibatkan Polres Sanggau.

“Kami dari Bea Cukai dan Polres Sanggau berhasil melakukan penindakan terhadap 463.740 batang rokok ilegal dari 20 penindakan. Dengan total hasil tembakau Rp416.739.300 dan telah merugikan negara dari cukai dan PPn sebesar Rp239.193.630,” kata Kepala KPPBC TMP C Entikong, Paulus Dwi Jogyastara saat press release di Mapolres Sanggau, Senin (1/7/2019).

Pelanggaran yang paling banyak adalah rokok dengan pita cukai salah peruntukan, yaitu 414.180 batang dan kebanyakan kemasan 20 batang.

Salah peruntukan itu, dijelaskan dia, rokok SKM (Sigaret Kretek Mesin/rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin), dilekati SKT (Sigaret Kretek Tangan/rokok yang proses pembuatannya menggunakan tangan atau alat bantu sederhana).

“Pita cukai yang tarifnya beda, timbul kerugian negara. Harusnya yang rokok SKM dengan tarif yang lebih tinggi, dilekati rokok SKT,” ujar Dwi.

Jumlahnya sekitar 2315 slop dengan berbagai merek, ada puluhan yang kemungkinan berasal dari pabrik-pabrik di Jawa.

“Ini nanti kita lakukan upaya, kita kirim ke lab, kita minta konfirmasi, pabrik mana yang ngasi dan kemungkinan ada pengenaan sanksi administrasi,” tegas Dwi.

Rokok dengan pita cukai salah personalisasi sebanyak 41.560 batang. “Pita pabrik masing-masing punya kodefikasi untuk pita cukainya. Ini gak sesuai, pita pabrik lain yang dipakai,” terang Dwi.
Kemudian, sambung dia, rokok tanpa pita cukai sebanyak 7.200 batang. Untuk rokok dengan pita cukai palsu sebanyak 800 batang. Sebenarnya perlu identifikasi, tapi secara kasat mata, teman-teman sudah paham juga, kasar, dicetak saja.
Bea Cukai secara massif dan berkelanjutan selalu menekan peredaran hasil tembakau. Mengapa ini perlu dilakukan? Dwi menegaskan, pertama terkait penerimaan bahwa bea cukai tahun 2019 mengemban target penerimaan bea masuk dan cukai sebesar Rp208 triliun.
“80 persen sendiri adalah bersumber dari cukai atau sekitar Rp165,5 trilun. Dari cukai sendiri 96 persennya adalah cukai hasil tembakau ini, Rp158,8 triliun. Porsinya cukup banyak, ini coba kita tekan karena begitu peredaranya ilegal bisa kita kurangi, berarti yang legal bisa masuk ke pasar. Dengan tumbuhnya hasil tembakau yang legal, terkait dengan tenaga kerja dan sebagainya, tentunya akan menumbuhkan ekonomi,” tuturnya.
Dwi menyebut, tahun ini pihaknya punya target tiga persen untuk menekan potensi kerugian negara. “Tahun ini dicoba tiga persen. Ini perlu dukungan dari semua pihak, kepolisian dan tentunya masyarakat. Mereka juga harus sadar bahwa cukai ini terkait penerimaan negara, sumber penerimaan negara untuk pembangunan dan lain sebagainya,” timpalnya.
Sebelum melakukan upaya terakhir berupa penindakan, Dwi mengaku pihaknya sudah melakukan banyak publikasi, kampanye dan sebagainya. “Salah satu upaya terakhir adalah penindakan ini. Diharapkan makin kedepan makin patuh pengguna jasa, masyarakat dan sebagainya, sehingga rokok ilegal bisa kita tekan,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed