by

Ketua Bawaslu Kalbar Ruhermansyah Hadiri Giat Pengawasan Partisipatif Melalui Sarana Kebudayaan dan Kearifan Lokal di Bengkayang

-Politik-35 views

BENGKAYANG – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bengkayang gelar pengawasan partisipatif melalui sarana kebudayaan yang mengedepankan kearifan lokal di Aula Wisma Jovan, Sabtu (12/10/2019).

Hadir Ketua Bawaslu Provinsi Kalbar Ruhermansyah, Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkayang Yosef Harry Suyadi beserta anggotanya Yopi Cahyono dan Evi Flavia serta sekitar 50 orang undangan yang hadir.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkayang Yosef Harry Suyadi mengatakan proses Pemilu legislatif (Pileg) dan pemilu Presiden (Pilpres) sudah selesai dilaksanakan, dan bahkan anggota terpilih DPRD,DPR RI,DPD RI dan MPR-RI sudah dilantik dan segera akan di gelar pelantikan Pilpres pada tanggal 20 Oktober 2019 mendatang.

Khusus untuk Kabupaten Bengkayang prosesnya pileg dan pilpres yang digelar pada 17 April 2019 lalu berjalan baik dan lancar.

Sesuai amanat dari UU No 7 tahun 2017, Bawaslu hadir dalam rangka pengawasan dan  pencegahan terhadap terjadinya pelanggaran pemilu.

Bawaslu hadir dengan tujuan untuk meminimalisir bukan cari masalah peserta dan pelaksana, akan tetapi untuk pastikan keadilan hak pilih dan penyelenggaraan pemilu.

Untuk mencapai itu dilakukan sosialisasi, dan masyarakat turut andil dalam melakukan pengawasan bahkan pemilu merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Pengawasan partisipatif melalui sarana kebudayaan yang mengedepankan kearifan lokal kita berfungsi untuk menjadi agen pengawasan ditempat masing masing,” ucap Yosef.

Ketua Bawaslu Provinsi Kalbar Ruhermansyah pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Penyelenggaraan Pemilu merupakan suatu hal penting dan strategis.

Maka perlu pengawasan serta pengawalan agar hasilnya seperti yang diharapkan.

Visi Bawaslu sebagai lembaga terpercaya adalah mengawal  penyelenggaraan pemilu legislatif ,presiden dan wakil presdien maupun kepala daerah supaya berlangsung dengan luber ,jurdil dan berintegritas.

Semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaran pemilu Terutama dari Bawaslu RI hingga tingkat Kabupaten adalah mencegah terjadinya pelanggaran dan sengketa Pemilu.

Tentunya hal ini dapat dilakukan dengan maksimal jika masyarakat dan bawaslu bersinergi mengawasi dengan peran masing masing dari masyarakat, Pemerintah, Ormas,  OKP , LSM/Media Massa, Kelembagaan dan seluruh komponen bangsa ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed