by

Jaksa Robert dan Samba Bacakan Dakwaan di Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Anak Tiri

Foto: Jaksa Robert dan Samba

Redaksi Betang Raya Post

SANGGAU – Kasus pembunuhan anak tiri di wilayah hukum Polres Sanggau, Senin (9/9/2019) memasuki sidang perdana yang menghadirkan langsung terdakwa, RW.

Sidang dipimpin langsung oleh Hakim Ketua, Arief Budiono, SH.MH dengan anggota I Ketut Somanasa, SH.MH dan Eliyas Eko Setyo, SH.MH.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samba, SH dan Robert, SH membacakan dakwaan di hadapan majelis hakim.

Pengacara dari Pos Bakum,Munawar Rahim,SH.MH.

Terhadap dakwaan PH tidak mengajukan eksepsi sehingga sidang berikunya langsung kepada pokok perkara yaitu pemeriksaan saksi – saksi yang akan dilaksanakan Senin 16 september 2019.

Sidang berjalan lancar secara tertutup karena terkait tindak pidana perlindungan anak.

Sidang di Kawal Ketat oleh 28 Personil Polres Sanggau.

Seperti berita sebelumnya yang sudah tayang menyebutkan, jajaran Kepolisian Resort Sanggau berhasil mengamankan RW terduga pelaku pembunuhan seorang pelajar di salah satu SMP di Tayan Hulu.

Korban inisial AT (16), kondisinya ditemukan sudah terkubur di salah satu galian tanah di ladang milik warga setempat, Selasa (30/4/2019) sekitar pukul 10.30 Wib.

“Mulanya ada seorang warga yang hendak ke ladang mencium bau busuk menyengat. Setelah dicari ternyata terlihat kaki korban yang sudah tertimbun tanah,”ungkap Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi saat menggelar Press Realese, Rabu (1/4/2019) di Mapolres Sanggau.

Atas temuan tersebut, warga kemudian melapor ke Polsek Tayan Hulu. Selanjutnya Polsek Tayan Hulu bersama Polres Sanggau langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti dan keterangan yang ada di TKP.

Setelah mengumpulkan barang bukti dan keterangan, polisi berhasil mengidentifikasi korban yang diketahui bernama AT (16) yang merupakan pelajar di salah satu SMP di Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau.

“Korban ini sudah tiga hari hilang dan baru ditemukam selasa kemarin dalam kondisi terkubur di galian tanah di ladang warga,”tutur Kapolres.

Setelah berkoordinasi dengan Biddokes Polda Kalbar yang telah melaksanakan otopsi terhadap korban, dan setelah melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan, termasuk dari pihak sekolah, teman dekat, kerabat dan ibu kandung korban dan ayah tiri korban diperoleh kesimpukan bahwa ayah tiri korban bernama RW adalah pelakunya.

“Setelah kami melakukan pemeriksaan pelaku ini mengakui perbuatannya. Pelaku inilah yang sering mengantar dan menjemput korban sekolah,”terang Kapolres.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed